Jakarta (19/05/2026) – Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting bagi lahirnya Indonesia baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Agus Jabo, arah pembangunan nasional saat ini tengah mengalami perubahan mendasar, meninggalkan pola pembangunan liberal yang selama puluhan tahun dinilai menjauhkan negara dari amanat konstitusi UUD 1945, menuju model pembangunan yang lebih berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia menilai kebangkitan nasional hari ini bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi menjadi titik balik untuk mengembalikan Indonesia pada cita-cita para pendiri bangsa: membangun negara yang mandiri secara ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Momentum Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai kebangkitan Indonesia yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita sedang bergerak dari sistem liberal menuju tatanan ekonomi dan politik yang berlandaskan semangat kerakyatan,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/5/2026).
Agus Jabo menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan transformasi besar dalam tata kelola ekonomi nasional, dari sistem yang cenderung kapitalistik menuju ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir elite maupun kepentingan modal global.
Dalam kerangka tersebut, berbagai program strategis nasional terus dijalankan sebagai fondasi kebangkitan Indonesia baru. Mulai dari penguatan investasi nasional melalui Danantara, optimalisasi pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) untuk kepentingan bangsa, percepatan hilirisasi industri, hingga pembangunan kemandirian pangan dan energi nasional.
Selain itu, negara juga hadir melalui berbagai program kerakyatan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk generasi masa depan, penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), pembangunan Kampung Nelayan, Sekolah Rakyat, industrialisasi desa, serta penguatan perlindungan sosial menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata.
“Seluruh kebijakan ini diarahkan untuk membangun Indonesia yang tidak lagi bergantung pada kekuatan asing, tetapi mampu berdiri di atas kaki sendiri. Indonesia yang ekonominya kuat, industrinya maju, petaninya sejahtera, pangannya berdaulat, dan rakyatnya hidup bermartabat,” kata Agus Jabo.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa agenda kebangkitan nasional tersebut tidak akan berjalan tanpa tantangan. Menurutnya, akan ada perlawanan dari kelompok-kelompok yang selama ini diuntungkan oleh sistem ekonomi lama.
Agus Jabo menyebut kaum liberal dan kelompok yang ia istilahkan sebagai “serakahnomic” akan terus berupaya menghambat berbagai program kerakyatan yang dijalankan pemerintah.
“Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersatu. Kita harus bersama-sama melawan kaum liberal dan kaum serakahnomic yang ingin menggagalkan agenda kebangkitan nasional serta program-program kerakyatan Presiden Prabowo,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Agus Jabo mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat persatuan, optimisme, dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang adil, makmur, bahagia, dan berdikari.
“Kita ingin Indonesia maju tanpa meninggalkan rakyat kecil. Indonesia yang kuat, berdaulat, dan sejahtera untuk seluruh rakyat,” pungkasnya.








